Kau sosok lelaki yang hidup bersamaku sepanjang usiaku
Kau sosok suami dan ayah yang penuh kasih di samping ketegasan mu
Kau sosok pelindung yang selalu aku rindukan
Dan kau adalah cahaya lentera dalam kegelapan
17 Tahun aku hidup bersama mu
Aku tahu kau pekerja keras
Kau rela menghabiskan waktu hampir 17 jam untuk bekerja
Kau rela meninggalkan keluarga di hari Raya demi tugas mulia
Kau terkadang suka marah
Sering berkata bahwa aku anak yang teledor
Kau yang sering memarahi ku bila aku pulang telat
Tapi, kau jugalah yang selalu aku rindukan
Mungkin takpernah terungkap dari mulut ini bila aku "teramat menyayangi mu"
Mungkin kau menilai aku anak yang cuek
Tapi sungguh, aku sangat menyayangi mu
Dan aku selalu merindukan mu dalam hari-hari ku
Kau yang paling tahu watak ku
Kau yang selalu bilang "Kamu nggak peka banget" kepadaku
Kau yang paling tahu, aku pencemburu diantara anak-anak mu
Dan memang kau yang paling tahu
Kau pernah bertanyanya saat itu, "Kalau jalan kita liatnya kemana? bukan keatas kan?"
Kau yang selalu bilang "Hidup itu harus bersyukur"
Kau yang selalu mengajari ku agar tidak iri dengan apa yang dimiliki orang lain
Dan sampai saat ini, aku masih belajar dari kata-kata mu itu
Kau yang selalu diam jika kau benar-benar marah
Kau yang selalu berusaha membahagiakan anak-anak mu meski dalamketerbatasan
Kau juga orang baik dan rela menolong
Ayah izinkan aku mengatakan "Aku menyanyangi mu, Aku mencintai mu"
Ayah, aku selalu merindukan saat kita bermain bersama saat aku kecil dulu
Saaat kita sering naik kereta berdua waktu masih tinggal di jakarta dulu
Dan apakah kau ingat,saat itu kau pernah kehilangan dompetmu?
Ayah, aku rindu saat kau setia mengantarku sekolah
Aku rindu, saat kau juga menjemputku
Dan kau selalu membantu mengerjakan buku latihan soal sempoa ku dulu
Apa kau masih ingat itu?
Aku merindukan semuanya ayah
Boleh aku kembali pada masa kecil yang membahagiakan?
Bolehkah ayah?