Jumat, 25 Juli 2014
Dua moment yang selalu membuatku jatuh cinta lagi dan lagi.
Foto yang pertama diambil ketika senja di pantau anyer. Kalau tidak salah pada bulan juni 2013. Ya saat itu sedang libur kenaikan kelas.
Hanya ketenangan yang aku rasakan saat itu,sungguh.
Apalagi dengan nyanyiaan alam dari dentuman air laut bertautan dengan karang kokoh. Ah syahdu sekali👍
Foto yang kedua diambil pada bulan juli ditahun yang sama. Dibidik dari atas masjid sekolahku. Begitu elok menanti azan magrib dengan melihat matahari pulang ke rumahnya.
Langit dan kawan
Bentangan langit biru seakan pemardani yang membalut bumi. Ribuan gumpalan awan ada bersamanya.
Gumpalan putih dari air bumi yang mnguap ke atas
Menghasilkan berbagai bentuk nan indah tapi membuat ku penasaran.
Pernahkah kau mengalami suatu siang dimana mata mu terus menatap langit?
Terus memperhatikan gumpalan putih bagai kapas dilangit luas.
Aku pernah melalukannya.
Memerhatikan bentuknya yang terkadang mirip kepala buaya, yang lainnya berbentuk hmmm entahlah tapi begitu indah dan mengasyikan.
Langit biru indah itu tak hanya ditemani awan putih saja.
Namun juga ada sang matari yang selalu bersinar cerah sepanjang siang walau terkadang ia harus mengumpat dibalik awan hitam kelabu dan hujan datang.
Matahari tak henti hentinya menyinari bumi dengan cahaya yang bagi sebagian orang membuatnya jengkel tapi bagi sebagian yang lain adalah kesejahteraan.
Ingatlah ALLAH menciptakan apa yang di langit dan bumi pastilah baik.
Ketika sore menghampiri, sang matahri bersiap kembali
Saat saat itu begitu membuat ku kagum dan jatuh hati.
Sekali lagi aku dibuat jatuh cinta saat lembayung oranye berpadu birunya langit saling bersama dan menyatu.
Dan saat puncaknya tiba warna keunguan ikut menghiasi langit membuatnya sempurna.
Aku saat itu berdiri diatas dinginnya pasir pantai.
Menatap matahari pulang ke singgahsananya ditemani dentuman air laut menghantam karang.
Aku sangat jatuh hati kali ini benar benar ingin waktu berhenti saat itu.
Kamu tau apa yang aku rasakan setelahnya?
Ketenangan, ya hanya itu yang mampu ku ucapkan.
Langit tak berwarna biru cerah
Kini ia berganti warna biru gelap
Dengan ditemani sang rembulan ia tersenyum
Ah ya, bulan sabit. Indah sekali.
Aku kembali menatap langit malam yang gelap tapi selalu indah.
Pernah kah kamu memikirkan kenapa cahaya bintang dilangit gelap begitu indah?
Pernahkah kamu menghitung berapa banyak bintang diatas sana?
Semuanya pernah aku lakukan.
Tapi aku terpaku pada cahaya yang gemerlap gemerlip diatas sana.
Ya
Gumpalan putih dari air bumi yang mnguap ke atas
Menghasilkan berbagai bentuk nan indah tapi membuat ku penasaran.
Pernahkah kau mengalami suatu siang dimana mata mu terus menatap langit?
Terus memperhatikan gumpalan putih bagai kapas dilangit luas.
Aku pernah melalukannya.
Memerhatikan bentuknya yang terkadang mirip kepala buaya, yang lainnya berbentuk hmmm entahlah tapi begitu indah dan mengasyikan.
Langit biru indah itu tak hanya ditemani awan putih saja.
Namun juga ada sang matari yang selalu bersinar cerah sepanjang siang walau terkadang ia harus mengumpat dibalik awan hitam kelabu dan hujan datang.
Matahari tak henti hentinya menyinari bumi dengan cahaya yang bagi sebagian orang membuatnya jengkel tapi bagi sebagian yang lain adalah kesejahteraan.
Ingatlah ALLAH menciptakan apa yang di langit dan bumi pastilah baik.
Ketika sore menghampiri, sang matahri bersiap kembali
Saat saat itu begitu membuat ku kagum dan jatuh hati.
Sekali lagi aku dibuat jatuh cinta saat lembayung oranye berpadu birunya langit saling bersama dan menyatu.
Dan saat puncaknya tiba warna keunguan ikut menghiasi langit membuatnya sempurna.
Aku saat itu berdiri diatas dinginnya pasir pantai.
Menatap matahari pulang ke singgahsananya ditemani dentuman air laut menghantam karang.
Aku sangat jatuh hati kali ini benar benar ingin waktu berhenti saat itu.
Kamu tau apa yang aku rasakan setelahnya?
Ketenangan, ya hanya itu yang mampu ku ucapkan.
Langit tak berwarna biru cerah
Kini ia berganti warna biru gelap
Dengan ditemani sang rembulan ia tersenyum
Ah ya, bulan sabit. Indah sekali.
Aku kembali menatap langit malam yang gelap tapi selalu indah.
Pernah kah kamu memikirkan kenapa cahaya bintang dilangit gelap begitu indah?
Pernahkah kamu menghitung berapa banyak bintang diatas sana?
Semuanya pernah aku lakukan.
Tapi aku terpaku pada cahaya yang gemerlap gemerlip diatas sana.
Ya
Langganan:
Komentar (Atom)
