Senja....
Tukah kau malam ini aku terjaga dari tidurku
Dalam dua rakaat sepertiga malam ini aku merasa tenang
Sama tenangnya bila ku dekat dengan mu
Ingatkah kau waktu itu? Aku sampai tak ingin melangkah pergi setelah aku bersama mu di temani dengan nyanyian alam
Senja ternyata kita sudah begitu lama tak berjumpa
Ah, aku rindu pada mu senja
Senja tahukah kau?
Radang ini membuat ku sedikit jengkel
Membuatku terganggu krtika mengerjakan soal ujian
Ah tidak tidak, lebih mengganggu ketika malam hari
Senja, begitu banyak yang ingin aku curahkan pada mu
Oh ya, senja sekarang sudah dini hari
Biarkan aku kembali tidur ya
Semoga tuhan mempertemukan kita di alam mimpiku :)
Senja Itu Selalu Abadi
Kamis, 02 Oktober 2014
Sabtu, 20 September 2014
Selamat hari ayah, ayah!
Kau sosok lelaki yang hidup bersamaku sepanjang usiaku
Kau sosok suami dan ayah yang penuh kasih di samping ketegasan mu
Kau sosok pelindung yang selalu aku rindukan
Dan kau adalah cahaya lentera dalam kegelapan
17 Tahun aku hidup bersama mu
Aku tahu kau pekerja keras
Kau rela menghabiskan waktu hampir 17 jam untuk bekerja
Kau rela meninggalkan keluarga di hari Raya demi tugas mulia
Kau terkadang suka marah
Sering berkata bahwa aku anak yang teledor
Kau yang sering memarahi ku bila aku pulang telat
Tapi, kau jugalah yang selalu aku rindukan
Mungkin takpernah terungkap dari mulut ini bila aku "teramat menyayangi mu"
Mungkin kau menilai aku anak yang cuek
Tapi sungguh, aku sangat menyayangi mu
Dan aku selalu merindukan mu dalam hari-hari ku
Kau yang paling tahu watak ku
Kau yang selalu bilang "Kamu nggak peka banget" kepadaku
Kau yang paling tahu, aku pencemburu diantara anak-anak mu
Dan memang kau yang paling tahu
Kau pernah bertanyanya saat itu, "Kalau jalan kita liatnya kemana? bukan keatas kan?"
Kau yang selalu bilang "Hidup itu harus bersyukur"
Kau yang selalu mengajari ku agar tidak iri dengan apa yang dimiliki orang lain
Dan sampai saat ini, aku masih belajar dari kata-kata mu itu
Kau yang selalu diam jika kau benar-benar marah
Kau yang selalu berusaha membahagiakan anak-anak mu meski dalamketerbatasan
Kau juga orang baik dan rela menolong
Ayah izinkan aku mengatakan "Aku menyanyangi mu, Aku mencintai mu"
Ayah, aku selalu merindukan saat kita bermain bersama saat aku kecil dulu
Saaat kita sering naik kereta berdua waktu masih tinggal di jakarta dulu
Dan apakah kau ingat,saat itu kau pernah kehilangan dompetmu?
Ayah, aku rindu saat kau setia mengantarku sekolah
Aku rindu, saat kau juga menjemputku
Dan kau selalu membantu mengerjakan buku latihan soal sempoa ku dulu
Apa kau masih ingat itu?
Aku merindukan semuanya ayah
Boleh aku kembali pada masa kecil yang membahagiakan?
Bolehkah ayah?
Kau sosok suami dan ayah yang penuh kasih di samping ketegasan mu
Kau sosok pelindung yang selalu aku rindukan
Dan kau adalah cahaya lentera dalam kegelapan
17 Tahun aku hidup bersama mu
Aku tahu kau pekerja keras
Kau rela menghabiskan waktu hampir 17 jam untuk bekerja
Kau rela meninggalkan keluarga di hari Raya demi tugas mulia
Kau terkadang suka marah
Sering berkata bahwa aku anak yang teledor
Kau yang sering memarahi ku bila aku pulang telat
Tapi, kau jugalah yang selalu aku rindukan
Mungkin takpernah terungkap dari mulut ini bila aku "teramat menyayangi mu"
Mungkin kau menilai aku anak yang cuek
Tapi sungguh, aku sangat menyayangi mu
Dan aku selalu merindukan mu dalam hari-hari ku
Kau yang paling tahu watak ku
Kau yang selalu bilang "Kamu nggak peka banget" kepadaku
Kau yang paling tahu, aku pencemburu diantara anak-anak mu
Dan memang kau yang paling tahu
Kau pernah bertanyanya saat itu, "Kalau jalan kita liatnya kemana? bukan keatas kan?"
Kau yang selalu bilang "Hidup itu harus bersyukur"
Kau yang selalu mengajari ku agar tidak iri dengan apa yang dimiliki orang lain
Dan sampai saat ini, aku masih belajar dari kata-kata mu itu
Kau yang selalu diam jika kau benar-benar marah
Kau yang selalu berusaha membahagiakan anak-anak mu meski dalamketerbatasan
Kau juga orang baik dan rela menolong
Ayah izinkan aku mengatakan "Aku menyanyangi mu, Aku mencintai mu"
Ayah, aku selalu merindukan saat kita bermain bersama saat aku kecil dulu
Saaat kita sering naik kereta berdua waktu masih tinggal di jakarta dulu
Dan apakah kau ingat,saat itu kau pernah kehilangan dompetmu?
Ayah, aku rindu saat kau setia mengantarku sekolah
Aku rindu, saat kau juga menjemputku
Dan kau selalu membantu mengerjakan buku latihan soal sempoa ku dulu
Apa kau masih ingat itu?
Aku merindukan semuanya ayah
Boleh aku kembali pada masa kecil yang membahagiakan?
Bolehkah ayah?
Rabu, 27 Agustus 2014
Biarkan
Rasa itu membelenggunya dalam seyap
Kala langit malam gelap gulita
Ia merengkuh tubuhnya bersama rasa itu
Seakan mereka sedang bersendagurau
Ah tapi itu hanya bualan hatinya sendiri
Lalu apakah kau tahu, mengapa semua itu bisa terjadi?
Akankah kau perduli?
Akankah kau mengerti?
Rasa itu adalah..... Kamu
Rasa itu adalah sepi yang ia rasa
Kala langit malam gelap gulita
Ia merengkuh tubuhnya bersama rasa itu
Seakan mereka sedang bersendagurau
Ah tapi itu hanya bualan hatinya sendiri
Lalu apakah kau tahu, mengapa semua itu bisa terjadi?
Akankah kau perduli?
Akankah kau mengerti?
Rasa itu adalah..... Kamu
Rasa itu adalah sepi yang ia rasa
Jumat, 25 Juli 2014
Dua moment yang selalu membuatku jatuh cinta lagi dan lagi.
Foto yang pertama diambil ketika senja di pantau anyer. Kalau tidak salah pada bulan juni 2013. Ya saat itu sedang libur kenaikan kelas.
Hanya ketenangan yang aku rasakan saat itu,sungguh.
Apalagi dengan nyanyiaan alam dari dentuman air laut bertautan dengan karang kokoh. Ah syahdu sekali👍
Foto yang kedua diambil pada bulan juli ditahun yang sama. Dibidik dari atas masjid sekolahku. Begitu elok menanti azan magrib dengan melihat matahari pulang ke rumahnya.
Langit dan kawan
Bentangan langit biru seakan pemardani yang membalut bumi. Ribuan gumpalan awan ada bersamanya.
Gumpalan putih dari air bumi yang mnguap ke atas
Menghasilkan berbagai bentuk nan indah tapi membuat ku penasaran.
Pernahkah kau mengalami suatu siang dimana mata mu terus menatap langit?
Terus memperhatikan gumpalan putih bagai kapas dilangit luas.
Aku pernah melalukannya.
Memerhatikan bentuknya yang terkadang mirip kepala buaya, yang lainnya berbentuk hmmm entahlah tapi begitu indah dan mengasyikan.
Langit biru indah itu tak hanya ditemani awan putih saja.
Namun juga ada sang matari yang selalu bersinar cerah sepanjang siang walau terkadang ia harus mengumpat dibalik awan hitam kelabu dan hujan datang.
Matahari tak henti hentinya menyinari bumi dengan cahaya yang bagi sebagian orang membuatnya jengkel tapi bagi sebagian yang lain adalah kesejahteraan.
Ingatlah ALLAH menciptakan apa yang di langit dan bumi pastilah baik.
Ketika sore menghampiri, sang matahri bersiap kembali
Saat saat itu begitu membuat ku kagum dan jatuh hati.
Sekali lagi aku dibuat jatuh cinta saat lembayung oranye berpadu birunya langit saling bersama dan menyatu.
Dan saat puncaknya tiba warna keunguan ikut menghiasi langit membuatnya sempurna.
Aku saat itu berdiri diatas dinginnya pasir pantai.
Menatap matahari pulang ke singgahsananya ditemani dentuman air laut menghantam karang.
Aku sangat jatuh hati kali ini benar benar ingin waktu berhenti saat itu.
Kamu tau apa yang aku rasakan setelahnya?
Ketenangan, ya hanya itu yang mampu ku ucapkan.
Langit tak berwarna biru cerah
Kini ia berganti warna biru gelap
Dengan ditemani sang rembulan ia tersenyum
Ah ya, bulan sabit. Indah sekali.
Aku kembali menatap langit malam yang gelap tapi selalu indah.
Pernah kah kamu memikirkan kenapa cahaya bintang dilangit gelap begitu indah?
Pernahkah kamu menghitung berapa banyak bintang diatas sana?
Semuanya pernah aku lakukan.
Tapi aku terpaku pada cahaya yang gemerlap gemerlip diatas sana.
Ya
Gumpalan putih dari air bumi yang mnguap ke atas
Menghasilkan berbagai bentuk nan indah tapi membuat ku penasaran.
Pernahkah kau mengalami suatu siang dimana mata mu terus menatap langit?
Terus memperhatikan gumpalan putih bagai kapas dilangit luas.
Aku pernah melalukannya.
Memerhatikan bentuknya yang terkadang mirip kepala buaya, yang lainnya berbentuk hmmm entahlah tapi begitu indah dan mengasyikan.
Langit biru indah itu tak hanya ditemani awan putih saja.
Namun juga ada sang matari yang selalu bersinar cerah sepanjang siang walau terkadang ia harus mengumpat dibalik awan hitam kelabu dan hujan datang.
Matahari tak henti hentinya menyinari bumi dengan cahaya yang bagi sebagian orang membuatnya jengkel tapi bagi sebagian yang lain adalah kesejahteraan.
Ingatlah ALLAH menciptakan apa yang di langit dan bumi pastilah baik.
Ketika sore menghampiri, sang matahri bersiap kembali
Saat saat itu begitu membuat ku kagum dan jatuh hati.
Sekali lagi aku dibuat jatuh cinta saat lembayung oranye berpadu birunya langit saling bersama dan menyatu.
Dan saat puncaknya tiba warna keunguan ikut menghiasi langit membuatnya sempurna.
Aku saat itu berdiri diatas dinginnya pasir pantai.
Menatap matahari pulang ke singgahsananya ditemani dentuman air laut menghantam karang.
Aku sangat jatuh hati kali ini benar benar ingin waktu berhenti saat itu.
Kamu tau apa yang aku rasakan setelahnya?
Ketenangan, ya hanya itu yang mampu ku ucapkan.
Langit tak berwarna biru cerah
Kini ia berganti warna biru gelap
Dengan ditemani sang rembulan ia tersenyum
Ah ya, bulan sabit. Indah sekali.
Aku kembali menatap langit malam yang gelap tapi selalu indah.
Pernah kah kamu memikirkan kenapa cahaya bintang dilangit gelap begitu indah?
Pernahkah kamu menghitung berapa banyak bintang diatas sana?
Semuanya pernah aku lakukan.
Tapi aku terpaku pada cahaya yang gemerlap gemerlip diatas sana.
Ya
Senin, 16 Juni 2014
“Hujan”
Tetesan air turun dari langit
Begitu derasnya ia menghampiri
bumi
Menyejukan suasana
Membasahi tanah yang kering
Dan
penuh syukur kami melihatnya
Begitu
baiknya ALLAH Ta’Ala
Memberi
kesejukan diantara kekeringan
Merasakannya
adalah anugrah
Tapi tak semua manusia
bersyukur
Atas hujan yang ALLAH berikan
Mereka mengeluh, mencaci
Tak menghargai karunia Ilahi
Oh
tuhan……….
Ampuni
kami
Yang
tak bersyukur
Yang
menghargai pemberian mu
Pendar Bintang
Aku
masih menghitungnya, terus menghitungnya
Diantara
senyap, dingin memucuk tubuh
sebab angin yang tak lagi lembut disemilir dan
tanyapun lahir
Menggoda
ku tatkala kantuk mencoba memeluk,
seakan
tak ingin membiarkan diri ini rebah diatas bumi
“Tuhan…..
ya Tuhan, menatap langit mengingatkan diriku akan sang Penguasa”
Wahai
pengasih, sampai di mana aku harus menari bersama romansa keputusasaan
Sampai
dimana lingkaran-lingkaran semu ini berujung
Hingga
langkah ku tak lagi hanya mencipta baying-bayang kegalauan
Dan subuh pun ku jelang, diantara lamat nyanyian surau
Gaib
hati masih terdesak akan tanyaku
Lalu
langkah-langkah kecil menjejak lagi
Meski
hanyamelahirkan baying-bayang dari kegalauan hati
Bahkan
hingga diri berpeluh lusuh tak lagi terasa telah membasah
Aku
hanya berputar, nyata mengitari lingkaran-lingkaran yang tak ku mengerti
bagaimana dan darimana memulainya
Begitu
terus……
Pagi
menjadi siang, malam yang terjelang
Hanya
hamparan langit bagai permadani bermanik hingga pinggirnya
Taburan
cahaya dari sejuta bahkan lebih bintang yang berpendar
Langganan:
Komentar (Atom)
